sakit2
sumber foto: merdeka.com

Pagi itu, telepen genggam saya berdering. Saya tidak mendengarnya. Dua kali panggilan tak terjawab  dari teman tertera di layar. Sepertinya penting. Saya telepon balik. Dia langsung bertanya bagaimana sih rasanya terkena asam urat (gout). Sebagai penderita asam urat saya mencoba menjelaskan ke dia.

“Pak Agus! Jika kita banyak makan nasi dan sejenisnya yang mengandung hidrat arang, kelebihan zat ini di dalam tubuh akan di simpang di bawah kulit.” Sambil berpikir dalam hati, itu yang disimpan di bawah kulit: kelebihan hidrat arang apa lemak, ya? Maklum bukan bidang saya dunia permedisan itu. Ah biarlah! Saya sudah terlanjur ngomong. Saya lanjutkan lagi, “Nah, kalau kita banyak makan protein atau sayuran hijau, hasil sampingan yang disebut purina akan disimpan di persendian.” Penjelasan ini berdasarkan artikel yang pernah saya baca.

“Purin yang banyak menumpuk di sendi mengakibatkan peredaran darah terganggu. Akibatnya di sekitar sendi akan terjadi peradangan karena terganggunya peredaran darah. Peradangan biasanya di mulai dari jari-jari kaki utamanya ibu jari!”

Dia kembali bertanya, obatnya apa ya? Saya jawab, “dulu saya pernah mengonsumsi susu kedelai yang dibeli di apotek. Terus pernah pula mengonsumsi terong bulat berwarna ungu. Nah, kalau sekarang saya mengonsumsi nanas jika terasa ada gejala.”

“Yang paling bagus yang mana?”
“Nanas!”, jawab saya.

Beliau bercerita sudah semingguan tidak bisa berjalan. Nyaris sekujur tubuhnya  terasa nyeri. Dari leher hingga ke kaki. Saya bertanya ke beliau darimana tahu bahwa beliau terkena asam urat? Katanya dari klinik herbal.

Saya punya keyakinan informasi dari klinik herbal itu benar tapi kok berbeda dengan yang saya alami selama ini? Saya berencana untuk membezuk ke rumahnya. Biar tuntas rasa penasaran.

Belum sempat saya membezuk ke rumah, beliau sudah di-opname di RS Muhammadiyyah Plaju. Dan menurut informasi, didiagnosa terkena osteoarthritis (radang sendi).

Ternyata, asam urat (gout) tidak sama dengan radang sendi (osteoarthritis).

Iklan