Piye Kabare?

story. memory. journey.

Tentang

Kata Pak Kyai, “badan kita itu terdiri dari dua unsur: jasmani dan ruhani. Jasad kita bisa hidup karena keberadaan Ruh, yang dahulu ditiupkan ke jasad kita ketika masih berada dalam kandungan ibu. Ruh-lah yang membuat jasad kita hidup. Ketika ruh meninggalkan jasad kita untuk menemui Sang Pencipta maka kita tidak bisa disebut sebagai makhluk hidup lagi.”

Dengan unsur jasmanilah maka kita (menjadi) terikat oleh ruang dan waktu di dunia ini. Menjalani detik demi detik hingga tahun berbilang. Di situlah kita menjalani hidup, menjalankan peran sebagai hamba Tuhan sekaligus khalifah-Nya, mengalami berbagai kejadian dari yang remeh-temeh hingga serius!

Blog ini mencoba untuk merekam kejadian-kejadian yang dialami oleh orang pertama. Harapannya, semoga bisa diambil hikmah dan pelajaran.

*******

Piye Kabare merupakan blog kedua dari Narablog: Kosim Abina Aziyz. Blog pertamanya bernama Kosim.web.id yang telah dikelola sejak tahun 2009. Keduanya bukanlah blog profesional. Semacam menjadi tempat belajar, bereksperimen, dan mengisi waktu luang. Sederhananya biar tidak ketinggalan zaman.

Narablog lahir di Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Anak pertama dari tiga bersaudara. Separuh usianya dihabiskan di Tanah Jawa, separuh di Kalimantan Timur, dan 4 (empat) tahun terakhir tinggal di Sumatera Selatan. Menikah dengan gadis berdarah Bugis Mandar di Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan, Kalimantan Timur. Kini telah punya 3 anak: 2 putra dan 1 putri dengan formasi “sendhang diapit pancuran”, kata orang Jawa.

Anak pertamanya lahir di Balikpapan, anak kedua lahir di Melak, Kutai Barat, dan anak ketiganya lahir di Banyuasin, Sumatera Selatan.